6 Cara Mudah Mengatasi Cidera Kepala Ringan

6 Cara Mudah Mengatasi Cidera Kepala Ringan

6 Cara Mudah Mengatasi Cidera Kepala Ringan

6 Cara Mudah Mengatasi Cidera Kepala Ringan – Cidera kepala ringan hingga berat banyak dialami beberapa orang di Texas Amerika Serikat. Pada dasarnya, cidera kepala ringan merupakan sebuah keadaan yang terjadi karena terjadinya sebuah benturan yang diakibatkan berbagai macam hal seperti terjatuh, terbentur, terkena pukulan, dan kecelakaan. Ini semua bisa menyebabkan terjadinya kerusakan otak secara permanen. Selain itu, ini juga bisa menyebabkan terjadinya gangguan fungsi kerja pada otak sehingga otak tidak bisa berfungsi sebagai mana mestinya. Sebagian besar pengidap cidera ringan pada kepala ini bisanya akan tetap sadar dan terkadang ada yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengidap gegar otak ringan.

Texasbia – Cidera ringan pada kepala ini tentu tidak butuh perawatan secara khusus. Bagi para penderitanya hanya cukup beristirahat sejenak dan diimbangi dengan mengonsumsi berbagai macam obat yang bisa menghilangkan rasa sakit. Akan tetapi perlu diingat jika obat ini hanya boleh dikonsumsi saat rasa sakit di kepala menyerang dan harus seizin dokter. Jika keadaan semakin memburuk dan sulit dikendalikan maka sangat perlu dilakukan pengawasan dengan ketat di rumah sakit.

Jika terjadi masalah cidera ringan, maka bisa dilakukan berbagai macam cara untuk meredakan rasa sakit tersebut. Ini adalah cara yang dapat Anda lakukan, yaitu:

1. Pastikan suplai oksigen di tubuh cukup

Perawatan dan penanganan pertama yang dilakukan pada penderita cidera otak ringan adalah dengan memastikan suplai oksigen di dalam tubuh cukup. Selain itu, perhatikan tekanan darah harus selalu dalam kondisi yang stabil. Usahakan jangan sampai mengalami cidera pada bagian kepala maupun leher.

2. Cukup istirahat

Pada dasarnya, istirahat menjadi hal yang sangat penting. Ini sangat bermanfaat bagi kesehatan di mana bisa digunakan untuk menjaga imunitas di dalam tubuh, membuat tubuh menjadi lebih rileks dan mengobati cidera otak ringan. Maka dari itu, para penderitanya harus selalu menjaga pola istirahat setiap hari.

3. Mengurangi aktivitas fisik yang berat

Penderita gangguan trauma kepala yang ringan harus membatasi diri atau mau mengurangi berbagai macam aktivitas fisik yang berat yang dilakukan sehari-hari. Hal ini bisa menyebabkan risiko terjadinya cidera otak yang lebih parah. Sebaiknya gunakan waktu luang untuk beristirahat daripada melakukan berbagai macam aktivitas yang melelahkan.

4. Kompres menggunakan air dingin

Jika merasakan rasa sakit pada kepala diakibatkan cidera otak ringan adalah dengan mengompres kepala menggunakan air dingin. Ini bisa mengurangi terjadinya pembengkakan dan juga sekaligus mengurangi rasa sakit. Suhu yang rendah bisa membantu di dalam meningkatkan rangsangan penyempitan pada pembuluh darah. Ini juga bisa membantu di dalam memperlambat aliran darah yang memungkinkan mengalir menuju arah cidera dan bisa mengurangi rasa nyeri berlebihan.

Baca juga : Mengenal Masalah Cidera Otak Traumatik , Gejala dan juga Penyebabnya yang Dialami Di Texas Amerika Serikat

5. Konsumsi Parasetamol

Parasetamol selain digunakan sebagai obat penurun panas, obat satu ini ternyata juga bisa digunakan untuk menurunkan rasa nyeri dan sekaligus deman pada penderita trauma kepala ringan. Ini berkerja dengan menurunkan prostagladin yang ada di dalam tubuh sehingga menyebabkan rasa sakit lama kelamaan akan berkurang dan menghilang.

6. Jangan konsumsi obat-obatan antiinflamasi

Ada banyak berbagai macam obat antiflamasi seperti ibuprofin dan aspiri yang dijual di pasaean. Apabila dikonsumsi para penderita gangguan cidera kepala ringan maka bisa menyebabkan terjadinya pendarahan. Selain itu, ini akan semakin memperburuk semua gejala trauma yang terjadi di kepala. Obat ini hanya digunakan untuk tindakan operasi yang sesuai dengan prosedur medis.

Mengenal Masalah Cidera Otak Traumatik , Gejala dan juga Penyebabnya yang Dialami Di Texas Amerika Serikat

Mengenal Masalah Cidera Otak Traumatik , Gejala dan juga Penyebabnya yang Dialami Di Texas Amerika Serikat – Cedera otak traumatik merupakan jenis cidera otak intrakrnial. Ini bisa menyebabkan terjadinya rudapaksa eksternal terhadap kepala yang sudah melebihi kapasitas dalam perlindungan otak.

Texasbia – Berdasarkan penelitian, ada kurang lebih 0,5 % dari kejadian cedera di seluruh dunia mengalami gegar otak. Ini sering dialami oleh orang dengan rentan usia 65-80 tahun. Cedera traumatik ini terjadi karena pengaruh beberapa faktor seperti mekanisme trauma pada diri seseorang, tingkat keparahannya, dan juga morfologi yang bisa menyebabkan terjadinya trauma tersebut. Untuk menetapkan diagnosis cedera otak traumatik ini didasarkan dengan adanya riwayat trauma pada bagian kepala. Ini bisa dibantu mendeteksinya dengan menggunakan CT scan. Masalah ini biasanya di tangani oleh seorang dokter ahli bedah syaraf.

Cidera otak traumatik akan menyebabkan terjadinya hantaman yang datang secara tiba-tiba. Ini terjadi pada bagian otak yang bisa menyebabkan munculnya berbagai macam gejala yang lebih parah. Apabila dibiarkan maka bisa menyebabkan terjadinya disfungsi pada sistem kerja otak. Gangguan yang sering disebut dengan istilah COT ini ada beberapa yang datang disebabkan karena adanya benda asing yang menusuk pada bagian tulang tengkorak. Ini juga bisa terjadi karena adanya benda tumpul yang memukul bagian tengkorak. Dengan begitu, bagian ini akan mudah retak dan menyebabkan munculnya pecahan tulang yang mengarah ke arah otak.

COT dibagi menjadi beberapa fase yaitu ringan, sedang dan berat. Setiap orang mengalami yang berbeda-beda. Ini semua tergantung pada seberapa besar kekuatan benturan yang diperoleh atau mengenai bagian kepala. COT yang masih dalam fase ringan biasanya akan menyebabkan terjadinya sakit kepala ringan di mana Anda tidak bisa fokus dan berpikir dengan jernih. Para penderitanya akan sering mengeluh pusing dan mual. Sementara itu, bagi penderita COT fase sedang hingga masuk fase parah biasanya akan menunjukkan beberapa gejala yang tidak jauh berbeda. Tentu saja gejala yang dirasakan lebih parah dibandingkan dengan COT ringan. Ini akan semakin menjadi buruk dengan seiring berjalannya waktu apabila tidak segera mendapatkan penanganan dan perawatan yang tepat.

Pada dasarnya ketiga jenis COT mulai dari ringan, sedang dan berat dianggap sebagai sebuah kondisi yang cukup serius. Ada ribuan hingga jutaan orang di Texas Amerika Serikat dan di beberapa negara di penjuru dunia mengalami masalah ini. Ada beberapa pasien yang bisa pulih dengan sepenuhnya dari gangguan COT ini, akan tetapi ada juga pasien yang kurang beruntung dan tidak bisa sembuh. Jika bisa sembuh pun pasti akan mengalami gangguan pada otaknya alias tidak 100% pulih total. Lalu, siapa sajakah yang mempunyai risiko besar terkena COT ini? Pada dasarnya DOT bisa menyerang berbagai usia. Namun berdasarkan survei yang dilakukan, gangguan COT ini sering menjangkit pada balita usia 0-5 tahun, remaja usia 15-24 tahun dan bagi orang yang usianya sudah 75 ke atas.

Gangguan COT muncul karena berbagai macam faktor yang tidak kita sadari kita lakukan dalam aktivitas sehari-hari. COT bisa terjadi karena pernah jatuh, berolahraga yang berlebihan. Adanya tekanan benda saat jatuh, dan pernah mengalami kecelakaan lalu lintas yang membuat kepala terbentur dan lainnya. Hal ini akan bertambah parah apabila terjadi kerusakan meskipun itu disebabkan karena benturan yang lemah maupun sedang. Apalagi saat kepala terbentur benda yang tajam. Ini tentu saja akan membuatnya semakin tidak terkendali rasa sakitnya.